Angin sepoi-sepoi terasa masuk dari jendela kamar yang terbuka. Alya bersandar di bantal besar di tepi jendela. Pandangannya lekat pada layar ponselnya. Sesekali bibirnya melukiskan senyuman. Hari pertama tiba di rumah, dimanfaatkannya untuk bermalas-malasan. Perjalanan ke Bali untuk mencari ibunya sekalian digunakan untuk berbulan madu. Meski masih ingin berlama-lama di sana, tetapi mereka terpaksa pulang karena besok Alya sudah harus kembali masuk kerja. Bibir Alya kembali tersenyum melihat foto dirinya dan Ray berangkulan mesra dengan latar belakang ornamen tradisional Bali. Kadang, Alya masih merasa seakan bermimpi bahwa kini Ray sudah menjadi suaminya. Bagaimana tidak? Adik yang sejak kecil disayanginya kini menjadi pasangan hidupnya. Alya agak kaget ketika tiba-tiba Ray mengecup k

