Karena Ajeng malu untuk berjalan lebih jauh lagi, Rama terpaksa mengajaknya berbincang di kantin itu juga. Sebenarnya Rama ingin membawanya ke belakang sekolah atau ke bagian-bagian tertutup agar orang-orang tak memandangi mereka aneh. Dia sedikit kesal dengan Andika yang malah pergi tak jelas setelah mengetahui Ajeng hadir lagi. Barangkali menurutnya cewek aneh itu bakal membawa kutukan lain. Setelah Ajeng duduk, Rama berusaha menenangkannya. Terutama karena dia mendapati wajah Ajeng yang masih pucat. "Lo baru keluar dari rumah sakit, ya, Jeng?" Ajeng langsung mendongak. Matanya melebar. Dia terkejut. "Dari mana lo tahu kalau gue masuk rumah sakit?" "Kemarin gue ke rumah lo," jawab Rama seadanya. "Tetangga lo yang bilang. Masalah alamat rumah lo, Bu Rugun yang ngasih. Gue khawatir wakt

