Ara telah terbangun, cuaca di luar tengah hujan deras rupanya. Ia kembali bermalas-malasan karena udara dingin membuat kulitnya merasa sensitif. Menolehkan kepalanya ke samping dan tidak menemukan sosok Calvin membuat Ara merasa heran, ia melihat ke sepenjuru ruangan dan samar-samar mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi membuatnya entah mengapa merasa lega. Begitu banyak pertanyaan yang terbesit dalam pikiran Ara, tentang apa saja yang telah terjadi pada Calvin di kantor selama setahun belakangan ini. Mengingat Ara sudah tidak pernah pergi ke kantor pria itu selama proses penyembuhannya. Ia kira semuanya baik-baik saja, Calvin juga tidak pernah mengatakan suatu hal apapun ketika pulang kerja. Tapi tadi sore sikap pria itu yang secara tiba-tiba menjadi aneh, juga dia berkata

