Dengan penuh ketelatenan Calvin menemani Ara yang masih belum juga sadarkan diri, pikirannya sibuk merenungkan berbagai hal yang seketika memenuhi isi kepalanya setelah membaca surat yang sebelumnya ada digenggaman tangan istrinya. Ia terus berpikir apa yang harus ia lakukan agar bisa membuat Ara menjalani kesehariannya dengan nyaman selama proses pengobatannya ini, karena jika terus-terusan mendapatkan teror seperti ini akan semakin mempersulit proses pengobatanya. Tentu saja dia tahu bahwa untuk menyingkirkan mereka orang-orang yang saat ini rupanya menyimpan dendam padanya bukanlah suatu hal yang mudah. Mengingat mereka adalah sosok kriminal yang telah berkecimpung dalam dunia gelap selama bertahun-tahun dan juga merupakan buronan para kepolisian atas kejahatan yang telah mereka perbua

