Imran terus menyeret langkah kaki Kayla menuju taman bermain anak-anak yang berada tidak jauh dari kawasan gedung milik Damar. Lalu dengan perlahan pria itu memaksa Kayla duduk di sebuah bangku kayu panjang di bawah pohon rindang. Dan Imran duduk di sebelahnya dengan jarak yang sedikit jauh. "Maaf, pasti tadi sakit, ya?" ucap Imran dengan lirih. Pria itu bahkan tidak berani menatap Kayla. Ia lebih memilih menatap anak-anak yang sedang bermain pasir. Kayla tersenyum kecil. "Sedikit ... aku kaget, kenapa Kak Imran seperti itu?" ucap Kayla sambil mengelus lengannya yang dicengkeram kuat oleh Imran tadi. "Aku ... aku kalut La, entah kenapa setiap melihatmu, aku merasa kesal?" ucap Imran sambil mengusap wajahnya. "Maafin aku, La." "Wajar saja Kak Imran melakukan hal itu, pasti Kak Imran kec

