Kegelisahan Blair jelas bisa dirasakan oleh Bella. Dia nampak tidak bisa berkonsentrasi walau sedang berada bersamanya dan Cresent. Tadi ia juga sengaja menepuk bahu Blair untuk melihat apa yang sedang terjadi padanya seharian ini. Ternyata semua sesuai dengan apa yang ia perkirakan. Rencananya berhasil dengan sempurna. Blair mulai terbakar kecemburuan yang menyiksa setelah melihat interaksi antara Maria dan Stevanus. Akan tetapi ia masih menutupi rasa cemburu dengan sikap marah dan dingin. Menjadikan dia nampak konyol karena uring-uringan. 'Sampai kapan kau akan menyangkal dan betah tersiksa oleh cemburu Blair?' tanya Bella dalam hati. Pria ini benar-benar aneh dan tak masuk akal. Dia lebih mementingkan gengsi dan ego dari pada mengakui perasaannya pada Maria. 'Sudahlah, bukan urusan ku

