Arash masih menatap Jolie yang menggandeng tangan Ben secara lembut. Gadis itu tersenyum tipis dan manis hingga cukup untuk menghipnotis Ben agar menurut seperti anak kecil. Sebuah senyum yang dulu sering ditunjukkan Jolie padanya. Sebelum kesalahan itu terjadi. Menghadapi sikap manis Jolie pada Ben, Arash hanya bisa mengepalkan tangan. Kemarahan membakar hatinya hingga mendidih. Keegoisan dan sifat posesifnya akan Jolie masih tidak bisa ia hilangkan. Bagi Arash Jolie masih miliknya. Ia tidak rela membiarkan ada pria lain yang menempati tempatnya di apartemen Jolie. Hanya dia yang boleh tinggal dan tidur di sana. Membayangkan pria lain mengambil tempatnya membuat pikiran Arash gila dan ingin meledak. Arash tak sadar jika melihat Ben dengan mata mengancam. Tangannya begitu gatal ingin me

