Arash tahu kalau akan ada masalah yang menunggunya di rumah. Setidaknya itu yang ia pikirkan. Bayangan Bella yang marah mulai mampir di benaknya dan membuatnya merinding. Ibunya yang kadang alay seolah menangis terkadang melemahkan hatinya. Walau pun saat itu ia tahu kalau ibunya sedang mendramatisir sesuatu. Arash menatap bangunan yang akan ia panjat. Rumahnya ada di atas bangunan ini, begitu tinggi seperti akan menyentuh langit. Namun sangat indah seolah dia hidup di dunia lain. 'Semoga Mom belum pulang. ' Arash mulai memanjat bangunan. Memanjat dengan posisi tegak lurus itu biasanya menjadi hal yang luar biasa bagi manusia. Arash mengetahui nya setelah berbaur dengan teman-teman manusianya. Dulu ia selalu menganggap memanjat bangunan dan berlari cepat seperti tokoh marvel itu hal yan

