Arash bangun terbangun tapi matanya masih berat. Dia ingat kalau minum banyak tadi malam sampai ia kehilangan kesadaran. Dia hanya menebak kalau ayahnya yang membawanya ke kamar. "Semoga saja aku tidak bicara aneh-aneh kemarin." Akan sangat memalukan kalau ia berbicara ngelantur tadi malam. "Selamat pagi, sudah waktunya kamu kerja, Nak." "Iya bu. Aku mandi dulu." Malas adalah musuh yang harus ia lawan. Dengan kepala pusing ia menuju ke kamar mandi agar segar. Andai saja ada obat mabuk pasti akan sangat hebat. Sayangnya ia tidak mendapatkan nya jadi ia menggunakan kemampuannya sendiri untuk menyembuhkan kepalanya yang pusing. "Ah sudah lama aku tidak menggunakan kemampuanku. Andai kepalaku tidak pusing mungkin aku lupa kalau memiliki kemampuan menyembuhkan." Bella sebenarnya sengaja

