Arash mengikuti Emy yang ia kira akan mau menemaninya bicara sampai ia pulang kerja seperti kemarin. Nyatanya Emy membawanya ke bar hanya untuk menyuruhnya menunggu. Meninggalkan ia bersama ribuan orang yang mencari atmosfer kesenangan tak terbatas di tempat ini. Arash pun tak keberatan karena ia bisa melihat semua orang yang tertawa atau bergerak dan hanyut dalam irama dari DJ. Pakaian gadis-gadis yang menari bahkan banyak yang tersibak hingga memperlihatkan sesuatu yang tak seharusnya mereka perlihatkan. Mereka seolah tak perduli, semua demi tujuan meredam segala stres yang menumpuk akibat tuntutan hidup tak terbatas. Beralih dari lantai menari, Arash melihat ke samping meja ia bersandar. Teriakan yang bersautan bersama uang yang melambai pada bartender, berjajar di sepanjang meja. Ara

