"seseorang yang mengetuk suatu pintu harus berani bertanggung jawab kepada seseorang yang ada di balik pintu" ***** Di sini lah Atha, duduk di sofa ruang keluarga, berhadapan dengan kedua sahabatnya yang menatapnya penuh dengan selidik. Baru beberapa menit lalu mereka sampai,dan sekarang mereka hanya diam tanpa satu kata keluar dari mulut mereka, membuat Atha bingung sendiri. Padahal saat telpone, mereka tampak cerewet dengan keinginan mereka, yang membuat Atha kesal sendiri. tapi ini, satu kata pun tidak ada yang keluar sama sekali sejak mereka duduk berhadapan satu sama lain. "kalian kenapa" tanya Atha yang sudah mulai jengah dengan suasana hening yang melanda sedari tadi. Sasa dan Dianty pun saling pandang dan mengangguk bersamaan. "jelasin" ucap Dianty singkat. "jelasin apa?

