"secepat apapun harapan yang ada, tetap akan lebih lama jika hanya satu hati yang ikut berjalan di sisinya" ***** Hari sudah semakin sore, namun Sasa, Dianty dan juga Atha belum ada keinginan beranjak dari tempat mereka duduk sekarang. Bukan keinginan Sasa mau pun Dianty untuk berlama lama di tempat itu, namun itu semua ke inginan dari sang sahabat yang tengah mengidam untuk datang ke tempat itu. Bahkan seharian mereka harus bekerja ekstra untuk menuruti semua keinginan Atha yang terbilang susah untuk di turuti. Seperti pagi tadi, jam baru menunjukkan pukul 6 pagi, Dianty dan juga Sasa di kejutkan dengan Atha yang menelpone mereka dengan ke adaan menangis. Mendengar Atha menangis membuat Dianty dan juga Sasa langsung pergi menuju rumah Atha, mereka bahkan merelakan tidak mandi sa

