Pagi, pagi itu adalah hari paling membahagiakan di kediaman keluarga Hardjodiningrat, Gadis dan Gendhis yang terlihat begitu cantik sempurna duduk berdampingan tidak begitu jauh dari kursi yang ditata mengelilingi sebuah meja, hiasan bunga-bunga segar nan cantik tampak di meja dan kursi itu. Di atas meja kecil itu, Candra menjabat tangan Wengi lalu dengan bimbingan Bapak penghulu terucap ijab qobul sebagai penanda jika kini Candra telah menghalalkan Gendhis untuk dirinya. Gendhis menyaksikan dengan kedua tangan saling meremas menandakan begitu besar rasa gugupnya padahal Candra yang mengucapkan ijab qobul saja terlihat santai, di sebelahnya Gadis juga sama gugupnya. Sebelum Nicholas selesai mengucapkan ijab qobul maka belum bisa tenang pikirannya tetapi sayang, perasaan Gadis sepertiny

