"Bagaimana dengan kata hatimu, Nduk?" tanya Lintang Ayu lembut, ia membelai pipi sang putri yang terasa lebih lembab karena sisa air matanya. "Hatiku sangat mencintai Nicholas, Ibu. Rasanya dia sekarat hanya karena mengetahui jika Romo berusaha memisahkan kami," jawab Gadis, ia memejamkan mata erat hingga hari mulusnya sedikit mengerut terasa sebuah remasan kuat dalam hatinya. Sakit. Air mata Lintang Ayu mengalir melihat kesedihan sang putri. "Tapi bagaimana dengan Romo, Ibu? Mungkin adanya Nicholas dalam kehidupan kita akan membuat sakit dalam hati Romo juga terus terasa, aku tidak akan tega melihat Romo tersiksa rasa itu," Gadis membuka mata lalu mengusap air yang membasahi kedua pipinya seperti aliran sungai di musim penghujan, begitu deras. Tidak ada yang bisa Lintang Ayu katak

