BAB 97

1252 Kata

Sesuai janji, Panji, Viola, Citra dan Bara datang ke pesta Luna. Betapa kagetnya Luna saat melihat Viola bisa berdiri bahkan berjalan bergandengan dengan Panji dengan kedua kakinya sendiri. Rencananya untuk mempermalukan Viola, buyar seketika. Viola sendiri tampak tersenyum lebar, melihat wajah kaget Luna saat itu. Ditambah dengan ekspresi kaget semua teman-teman Luna yang mungkin saja sudah tahu, perihal kebencian Luna pada Viola yang teramat dalam, hanya karena keberhasilan Viola mendapatkan Panji seutuhnya.                Tidak ingin terlihat jahat di depan mata Panji, Luna yang semula bergabung bersama teman-temannya, langsung mendekati Panji yang masih berdiri di samping meja hidangan. Luna berusaha tersenyum ramah, mengulurkan tangan berniat berjabat tangan dengan Panji, yang malah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN