Alia kaget bukan main. Jarum jam yang sudah pukul dua belas malam, malah membuat Alia dan Herman yang seharusnya tertidur pulas, kini harus melihat pemandangan mengagetkan. Panji dan Viola tampak bersiap-siap pergi ke Jogja. Dan yang membuat Alia kaget bukan main, saat mendapati sikap kasar Panji saat genggaman tangan Alia, berada di tangannya. Dengan penuh emosi, Panji menghentakkan tangannya yang berhasil melepaskan tangan Alia. Tatapan Panji yang tertuju padanya penuh emosi, membuat Alia mundur beberapa langkah, sedangkan Viola yang sejak tadi berdiri di belakang Panji, melangkah maju dan mencoba menenangkan sang suami dengan memegang lengan tangan kanannya. “Kalian ma uke Jogja malam-malam gini buat apa, Ji?” tanya Herman yang merasa, Panji tidak mau b

