Panji pulang dengan gontai. Dia benar-benar kecewa dengan apa yang dia dapatkan hari ini. Semula, dia mengira semua akan sesuai rencana. Dan sang adik akan ditemukan. Namun sayang, tidak ada informasi atau kejelasan yang dia dapatkan. Hanya sikap yang tak terduga dari seseorang yang dia temui, yang. Alah mengusirnya tanpa perasaan. Panji membuka sepatunya saat Alia menyambutnys dengan senyuman. Anehnya bukan Viola yang menghampirinya seperti malam-malam sebelumnya. Entah di mana Viola saat ini. Jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas lewat, membuat Panji yakin bahwa saat ini Viola sudah pasti tertidur pulas di kamarnya dengan perasaan dongkol. Dongkol karena sang suami belum pulang juga hingga larut malam. "Kok malam kali pulangnya, gak ada ngabarin juga lagi," ucap Alia saat
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


