Nomer Telpon Baru

1729 Kata

Dominic berlari menuju meja makan dimana ayah dan ibunya sudah duduk disana. ”Dom…ayo sini, ngapain kamu disana?” Tanya Shania menatap ke arah sang putera. ”Mama-mama…hape mama hidup, ada yang nelpon loh…” ucap Dominic dengan polos, membuat Shania menautkan dahi. ”Siapa?” Tanya Hanan dengan raut wajah kecut. ”Gak tau, Mas. Kan hape disana. Palingan spam…nawarin asuransi…” sahut Shania mulai resah. ”Mana ada yang nawarin asuransi malem gini, Mama…” sahut Hanan lagi dengan nada penekanan di akhir kalimat. Di hadapan Dominic, mereka memang sepakat memanggil mama dan papa untuk membiasakan Dominic. “Udah, biarin ajasih, Mas. Lagian gak pentinglah. Kalau ibu yang telpon abis makan, bisa aku telpon balik. Prioritasin keluarga dulu. Yuk saatnya kita makaaaan…” Shania membuka penutup menu da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN