Caroline tersenyum dengan wajahnya yang berbinar saat Andrew resmi menjadi suaminya, aku dan Reyhan bertepuk tangan sambil berdiri seperti yang dilakukan para tamu lainnya di depan kursi kami, ia mengecup pipiku dan memberiku senyum menawannya yang sanggup mencairkan iceberg di Kutub Utara, dia sangat tampan dengan tuksedo hitamnya, bunga tulip berwarna putih di bagian atas d**a kanannya menambah kesan manis tampilannya, sementara aku memakai gaun kelopak mawar berwarna peach tanpa tali, rambutku di gelung hingga rapi sebuah hiasan rambut berupa mahkota kelopak mawar buatan berbentuk bundar berwarna senada dengan gaunku terpasang melingkari kepalaku, aku seperti dayang-dayang seorang Ratu, stiletto mahal yang merupakan hadiah ulang tahunku menghiasi kakiku. Setelah acara inti selesai, di

