Sebuah gelembung udara yang cukup besar berdiam diri di dalam sungai buatan di desa para penyihir. Para peri diam di dalam gelembung tersebut, menunggu kabut hitam dari hujan erasmus itu menghilang, tubuh mereka terasa pegal dan kaku karena harus berdesak-desakan dalam gelembung udara yang terbatas ukurannya. "Aku tidak tahu bahwa semalam adalah waktunya kutukan itu tiba" ujar Melisa dengan wajahnya terlihat lelah akibat kekuatannya yang terkuras demi mempertahankan gelembung udara buatannya. "Aku sama sekali tidak melihat keberadaan bulan purnama tadi malam. Seandainya saja aku melihatnya, mungkin kita bisa mempersiapkan perlindungan demi menghindari kutukan negeri kita" timpal Lapusa. "Lagipula aku tidak habis pikir pada Villian, kenapa dia masih ingin menghancurkan Negeri ini pada

