Villian menyembunyikan dirinya di balik dinding sembari mendengarkan pembicaraan yang terjalin di antara Valen dan juga Valencia, rasa penasaran muncul dalam dirnya, mengapa pula Valen dan Valencia harus bersembunyi untuk berbicara, memangnya pembicaraan apa yang sedang mereka lakukan. Kedua tangan Villian menggenggam piala yang ia dapatkan dengan sangat kuat, namun untungnya saja piala tersebut tidak patah, piala yang bersinar terang dengan cahaya merah muda buatan para peri di hutan Valendis merupakan piala kebanggaan Villian, ia senang karena bisa berkawan dengan baik engan para penduduk Valendis. "Kau tahu bukan masa depan yang kau lihat? Seharusnya kau tidak membawa Villian kemari, bagaimana jika ia benar terobsesi dengan sihir dan apa yang kita takutkan sungguh terjadi?" ujar Valen

