Udara terasa begitu dingin saat Anasthasia membuka jendela rumahnya. Desa yang ia tempati masih saja sepi dan belum terdengar kabar apapun mengenai sekolahnya yang hancur dan beberapa warga sekitar sekolah yang hilang. Semua yang terjadi seolah hanya sebuah mimpi, orang-orang yang memiliki hubungan dengan para warga di sekitar sekolah seakan diputuskan ingatannya dan tidak pernah mengingat lagi akan keluarganya yang menghilang, bahkan Anasthasia tengah mendengar kabar akan perekrutan untuk para tenaga pengajar di sekolahnya, seolah sekolah tersebut baru saja akan didirikan. Anasthasia kembali sembari mengangkut tas belanjannya, untungnya saja ia berhasil memperbaiki sepeda usang berkeranjang yang ia temukan di loteng rumah saat ia sedang mencari lilin semalam. Jika saja ia tidak menemukan

