Waktu terasa berjalan begitu cepat, sembari berlari, Anasthasia tak henti memikirkan cara untuk berkmunikasi dengan Villian, namun pikirannya terus saja terasa buntu. Berulang kali Anasthasia mengayunkan tongkat sihirnya sembari membaca mantra sihir apapun yang ia ketahui, mantra sihir penciptaan bola api yang ia rapalkan hanya mampu mengeluarkan sedikit percikan api lalu kemudian padam dan hanya meninggalkan kepulan asap. "s**l!" gerutu Anasthasia. Ia harus menghentikan langkah kakinya ketika melihat centaur berdiri di depannya dan menatap ke arahnya. Centaur berjenis perempuan dengan rambut ikal berwarna merah muda dan ungu itu terus menatap ke arahnya seolah ia bisa melihat keberadaan Anasthasia. Anasthasia berhenti tepat di depan centaur itu, hanya berjarak satu jengkal dari sang cen

