BAB 12

759 Kata

Paginya, aku hanya diam saat Pak Joan tak berangkat kerja. Saat sarapan dia mengajakku ngobrol tapi tak ku tanggapi, hanya ngangguk dan geleng saja. Suara ketukan di pintu mengagetkanku dan Pak Joan saat menonton televisi. Aku bangkit untuk membukanya. Saat terbuka, seorang wanita cantik, anggun dan feminim berdiri di sana. "Maaf ada Mas Joan? " tanyanya lembut. Eh tapi dia manggil 'Mas' sudah akrab? "Emm... Mbak siapa?" Tanya ku. "Kania?" Aku membalikkan badanku saat suara Mas Joan terdengar di belakangku. Perempuan tadi langsung menerobos masuk dengan mendorongku. Dengan mata berkaca ia langsung memeluk Mas Joan. Tanganku bergetar melihat respon yang di berikan Mas Joan. "De, tolong buatin minum ya?" Ucap Mas Joan seketika. Di kata pembantu kali? Aku mengintip mereka yang sedang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN