Epilog

1182 Kata

Aku melirik tanggal di kalender sambil mengemut sendok teh. 31 desember, hari kamis. Aku mulai mengasah otakku memikirkan ada yang aneh dengan tanggal itu. Apa yang aneh ya? Hmmm... Malam tahun baru? Ahhh iyaaa!!!! Udah mau tahun baru aja deh. Perasaan baru kemarin, aku ngerayain tahun baru. "Non, ini susunya diminum dulu." Ujar Bi Inah di belakangku. Aku meraih segelas s**u yang dibikinkan Bi Inah. "Makasih ya, bi." Sahutku. Mulai saat ini, sampai seterusnya, Bi Inah akan bekerja di rumah kami. Karena Bi Inah bekerja disini, Ayah juga mengirim anak laki-laki Bi Inah ke NY. Bi inah seorang janda, suaminya meninggal 3 tahun yang lalu. Mau-gak mau, anak Bi inah harus tinggal disini karena masih kecil. Dia berumur 5 tahun, namanya Anka. Aku meraih ponsel ku sambil duduk di sofa panjang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN