BAB 27

991 Kata

Aku mengernyit merasakan sakit di kepalaku. Seingatku, aku melihat Kania di balik meja kasir. Lalu, entah apa itu, sesuatu menghantam dengan keras. Sesuatu yang terbuat dari besi mungkin?Dan sekarang aku terbangun di ruangan Kosong, tepat di tengah ruangan aku duduk dengan kursi kayu. "Shhh..." ringisku saat mencoba menggerakkan tangan dan kakiku yang mati rasa. Tangan dan kaki ku di rantai. Ya, allah. Aku dimana? Aku memerhatikan sekelilingku. Ada sebuah bathup di belakangku. Lalu ada jendela tanpa tirai. Aku menatap dari jauh keluar jendela. Hanya awan, sepertinya ini di apartement, atau hotel. "TOLOONGGGG!!!!!" Teriakku sambil menggoyang-goyangkan tanganku yang terikat. "TOLONGGGG!!!... TOLONGGG!!!" teriakku lebih kencang. BRUKKk... Aku tersentak kaget saat pintu di depanku di bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN