Rindu mengambil blazer dan celana yang di gantung di dalam lemari. Ia mempersiapkan pakaian untuk Ashraf kenakan di hari pertamanya menginginjakkan kakinya di kantor. Ashraf keluar dari kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya. Dengan handuk kecil ia mengeringkan rambutnya yang basah setelah mengulang percintaannya bersama sang istri selepas subuh. "Kakak lebih suka yang warna hitam atau silver?" Rindu menunjukkan blazer warna hitam dan silver untuk Ashraf. "Rindu, apa yang kamu lakukan?" Ashraf terkejut dan menghampiri Rindu yang berdiri di depan lemari menggunakan kruk tongkat. Dengan sekali hentakan, Ashraf sudah mengendong Rindu, kemudian mendudukkannya di tepi ranjang. Kruk yang Rindu gunakan sudah terjatuh di lantai. "Sayang, dokter 'kan sudah bilang 'jangan memb

