Riko: Sayang, maaf ya, kayaknya aku telat deh jemput kamu, soalnya tadi kau lembur dan ini baru mau pulang. Maura: iya enggak apa-apa sayang, tapi aku lapar. Bagaimana kalau aku duluan ke cafe, kita ketrmu di sana saja. Riko: Yasudah kalau begitu. Sambungan telepon terputus, Riko merasa lega karena Maura percaya ucapannya dan tidak bertanya ini itu, biasanya Maura akan bertanya kenapa dia tidak memberitahukan hal ini sebelumnya. Riko bersiap dan langsung melajukan motornya ke cafe, ia tak ingin membuat Maura menumggu dirinya terlalu lama. Namun, ia justru di kejutkan oleh seorang wanita yang baru saja keluar dari cafe, wanita yang tak asing baginya. Dia? Apa yang dia lakukan di sini? Mungkinkah ... Ah sudahlah, mungkin saja ini hanya kebetulan, mungkin dia tinggal di dekat sini, batin

