"Pergilah!" Hanya satu kata yang diucapkan Aliandra. Namun sanggup membuat air mata Ella tumpah seketika. Wanita itu menangis memeluk suaminya. Rasa sakit, sesal dan kecewa menjadi satu. Dia merasa sakit dan kecewa saat begitu mudahnya Aliandra menyuruhnya pergi. Ella berpikir pasti kini Aliandra menyesal menikahinya. Dia selama ini selalu membantah semua perkataan Aliandra. Dan tidak menghargainya sebagai suami, keras kepala. Lalu sekarang dia lebih mementingkan cita-citanya dibanding keluarga. Wanita itu yakin, Aliandra pasti sangat menyesal menikahinya. "Li...maafin aku, Li. Aku janji nggak akan pergi ke Sydney. Aku nggak peduli lagi sama kuliahku. Yang terpenting adalah kamu sama Nana." "Tolong jangan usir aku, Li! Jangan...!" isaknya. Aliandra terdiam. Pria itu meraih wajah cant

