Bab 22 : The truth

2123 Kata

"Nih El, minumnya. Sorry ya. Cuma ada soft drink," kata Ella pada El. El mendengus. Geleng-geleng melihat tingkah Ella. Pasti banyak alasan. Masa iya rumah sebesar dan semewah itu, kulkasnya hanya berisi soft drink. Memang tidak ada buah yang bisa diperas. Atau barangkali kopi mungkin juga sirop. El tentulah sudah bisa menebak betapa malasnya Ella. "Mertua kamu lumayan sabar juga ya, mantu males gini masih mau nerima," sindir El. Ella terkekeh. "Mertuaku lagi nggak di rumah, El. Tadi pagi pamit ke Bandung. Ngecek restorannya yang ada disana. Paling tiga hari Mama disana." El mengangguk paham sembari tersenyum. Mendengar nada suara Ella, sepertinya gadis itu bahagia tinggal disini. "Seneng ya. Akhirnya punya Mama juga, kamu. Meskipun Mama mertua?" ujar pria itu. Ella tersenyum kecil.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN