Teruskan Atau Tinggalkan.

4152 Kata
Beberapa saat kemudian saat Slent sudah berada di kursi penonton dan kembali fokus dengan apa yang menjadi tujuan Slent berada disana, Slent malah kembali merasakan tak enak, dan kesehatannya drop kembali sampai Slent saat itu malah tentu saja tak bisa fokus dengan apa yang menjadi tugasnya sekarang, dan malah memegangi kembali kepalanya, karena Slent merasa pusing kembali saat itu. Sampai Slent langsung saja beranjak dari tempat duduk tersebut, dan berusaha untuk pergi saja dari tempat tersebut, karena keadaan Slent yang tak memungkinkan menjalani aktifitasnya sekarang Slent tentu saja memutuskan untuk pulang ke hotel saja hari ini, dan akan bicara kepada Artner jika dirinya tak bisa bekerja dengan fokus hari ini karena dirinya yang malah sakit saat ini, sampai perlahan Slent saat itu langsung saja beranjak dari tempatnya duduk, untuk langsung saja pergi ke jalan memanggil taksi, dan langsung pulang ke hotel. Tapi saat baru saja beberapa langkah Slent beranjak dari tempat duduk di sana, Slent tiba-tiba ingat kepada kejadian tadi saat Slent menenangkan dirinya di toilet, dengan tiba-tiba entah dari mana datangnya Slent langsung saja di pegang oleh seorang wanita yang membuat Slent sangat gugup, karena tak biasa dengan pertolongan yang di lakukan oleh wanita tersebut. Karena Slent ingat dengan hal itu sampai Slent berpikir tak ingin lagi sampai hal itu terjadi Slent langsung saja berlagak jika dirinya tak apa-apa saat itu, meskipun saat Slent melihat ke sekitar kawasan disana Slent tak melihat ada wanita yang tadi menolong Slent, tapi meskipun begitu Slent tetap menyembunyikan keadaannya yang saat itu merasakan kembali kesehatannya yang menurun, karena tak ingin jika sampai pegawai, dan orang lain mengetahui apa yang Slent alami sekarang. Sampai dengan perlahan dan berlagak seperti biasa saja Slent terus saja berjalan menjauh dari taman golf tersebut, untuk bisa langsung saja pergi ke jalan umum dan langsung memesan taksi agar dirinya bisa langsung pulang ke hotel saat itu. Dan dengan dirinya yang berjuang keras untuk bisa pergi dari tempat itu dengan menyembunyikan apa yang saat itu sebenarnya Slent rasakan sampai akhirnya Slent bisa berjalan dengan biasa saja menjauh dari taman golf tersebut, untungnya saat itu keadaan Slent tak terlalu buruk sehingga Slent bisa berjalan pergi dari tempat tersebut meskipun dengan perlahan. Tapi akhirnya Slent bisa pergi menjauh dari tempat golf tersebut, dan langsung saja memesan taksi untuk pergi pulang ke hotel saat itu. Dan tak lupa Slent memberitahu apa yang sedang Slent rasakan, dan alami sekarang kepada Artner, sehingga Slent memutuskan untuk pulang saja hari ini, dan tak meneruskan pekerjaannya untuk sekarang. Slent langsung saja mengangkat teleponnya, dan langsung menghubungi Artner. Untungnya saat Slent menghubungi Artner, Slent tak lama menunggu Artner mengangkat teleponnya. " Hey Slent ada apa? kau butuh bantuan? atau kau mungkin mendapatkan hal yang baik saat ini?"ujar Artner bicara, dan bertanya. " Justru aku malah, mendapatkan hal yang kurang baik Artner. Sepertinya aku sakit aku tak bisa menahan keadaan ku yang sekarang sangat merasakan pusing Artner aku sedang di dalam taksi dan langsung saja berniat untuk pulang, aku tak kuat dengan kondisi ku sekarang Artner, aku sangat merasakan pusing di kepala ku. Maaf sepertinya untuk hari ini aku tak bisa menjalankan pekerjaan ku dengan baik Artner. Kau tak apa-apa kan jika sekarang kau bekerja sendiri dulu Artner, aku sudah mencoba fokus kepada apa yang sedang aku lakukan tadi, tapi karena aku yang sedang sakit sulit sekali untuk bisa fokus Artner. Maaf aku tak bisa melanjutkan pekerjaan ku sekarang,"ujar Slent bicara seperti itu kepada Artner lalu meminta maaf karena Slent sekarang tak bisa dengan baik menjalankan misinya, dan terpaksa pulang. Lalu bertanya mengenai Artner yang harus bekerja sendiri dulu saat ini, karena Slent tak bisa melanjutkan kerjanya, di sebabkan oleh kesehatan Artner yang sangat buruk saat ini. " Oh seperti itu kah? aku pikir kau tak usah, dan tak akan bisa memaksakan dirimu yang kurang enak badan Slent. Tak apa-apa tenang saja biarkan aku melakukan ini sendiri Slent, aku tak apa-apa. Kau beristirahat lah jangan sampai sakit mu malah bertambah parah, sehingga kau harus lebih lama berbaring di kasur untuk penyembuhan mu, tak apa-apa Slent jangan pikirkan hal yang macam-macam, kau sedang sakit tentu saja pekerjaan tak akan bisa di lakukan dengan kesehatan mu yang buruk. Beristirahatlah dulu, akan aku selesaikan ini Slent tenang saja,"ujar Artner bicara seperti itu, dengan memberikan pengertian kepada Slent mengenai dirinya yang tentu saja tahu bagaimana kondisi Slent yang sedang sakit dan tak bisa memaksakan dirinya untuk bisa bekerja dengan fokus hari ini, sampai Artner menyuruh Slent untuk beristirahat saja hari ini, tak perlu pikirkan pekerjaan hari ini dengan keadaan yang kurang baik seperti ini. " Terima kasih kawan, karena sudah sangat mengerti dengan apa yang malah aku hadapi sekarang. Maaf aku jadi malah membuat mu terbebani dengan dirimu yang tak bisa membantu mu dalam bekerja hari ini Artner,"ujar Slent berterima kasih karena pengertian yang Artner berikan padanya, dan meminta maaf kepada Artner karena keadaan Slent yang malah seperti ini. " Tak apa-apa Slent santai saja, aku bisa melakukan ini, sekarang kau fokus saja untuk penyembuhan sakit mu Slent, agar kau bisa secepatnya pulih, dari sakit mu dan tentu kau bisa menemani ku bersenang-senang lagi Slent, ups maksud mu agar kau bisa kembali bekerja bersama lagi dengan mu hahaha,"ujar Artner bicara seperti itu dengan sempat mengajak Slent bercanda mengenai bersenang-senang bersama kembali. " Hahaha ya tentu Artner, tenang saja jika aku sudah sembuh bersenang-senang tentu saja akan aku lakukan dengan mu, dan tentu saja misi ini akan bisa kita jalankan dengan lebih baik lagi Artner. Terima kasih, aku tutup teleponnya sekarang Artner,"ujar Slent menjawab gurauan Artner, dan langsung saja bicara seperti itu. " Ya tentu Slent,"jawab Artner dengan langsung saja menutup teleponnya saat itu. Dan tentu saja Slent yang saat itu dalam keadaan yang kurang baik, karena sepertinya sakit yang di sebabkan pagi tadi, dimana saat hari masih sangat pagi Slent sudah melakukan kebiasaannya saat itu, yaitu memandangi keindahan pemandangan di kota ini di balkon kamarnya tanpa mengunakan jaket sehingga angin yang sangat dingin terasa sampai ke tulang, tulang Slent, dan imbasnya Slent malah drop saat ini, dan tentu saja Slent bisa drop seperti ini karena kejadian tersebut. Saat di perjalanan Slent hanya bisa memikirkan tentang wanita itu yang tanpa ragu menolong Slent, padahal Slent hanya sakit seperti itu tak sampai mengalami tragedi yang begitu mengkhawatirkan tapi dengan sangat merasa khawatir wanita itu dengan sangat tulus, dan tak ragu menolong Slent yang tentu saja tak dia kenal. Dia sempat berkata jika dia berpikir jika mungkin Slent sedang mabuk saat itu sampai tentu saja dia ragu untuk menolong Slent, tapi kenyataannya wanita itu langsung saja menolong Slent tanpa ragu. Benar apa yang Slent katakan jika wanita itu sempat ragu karena takut jika benar Slent benar sedang mabuk, tapi dengan berani wanita itu jadi langsung saja menolong Slent karena melihat wajah Slent yang terlihat jelas sangat sakit waktu itu. Tapi bukan hal itu yang Slent pikirkan saat ini, tapi yang Slent pikirkan saat itu tentang wajah wanita tersebut yang lagi-lagi seperti wajah seseorang yang pernah Slent lihat tapi entah dimana Slent melihatnya, meskipun tadi Slent hanya melihat wajah wanita itu sedikit, tapi tetap saja Slent bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas, sampai sekarang Slent bisa memikirkan wanita tersebut karena kesamaan wajah wanita itu dengan seseorang yang pernah Slent lihat di suatu tempat, tapi saat itu Slent berhenti memikirkan wanita itu, dan fokus saja terhadap apa yang Slent hadapi saat ini. Slent merasa sangat mual saat ini, dan tak bisa menahan dirinya untuk muntah saat itu, untung saja di taksi itu ada sebuah kantong plastik yang Slent gunakan saja untuk muntah. Saking sakitnya Slent sampai kali ini Slent tak bisa menahan sakit yang di rasakan nya bahkan sampai muntah, tapi untung saja saat itu tempat tujuan Slent sudah dekat, sehingga Slent bisa melanjutkan diri nya yang tak kuat ingin muntah di tepi jalan saat itu. Sampai beberapa saat Slent tak bisa menahan rasa mual nya, dsn terus saja muntah disana saat ini, dengan wajah yang terus saja terlihat sangat sakit saat itu, Slent hanya bisa terduduk lemas, dan sambil terus saja muntah di sana saat itu. Sampai akhirnya Slent bisa menahan muntah dan mualnya setelah cukup lama terduduk, dan berdiam diri disana. Dengan wajah yang di basahi oleh keringat dingin Slent menghabiskan waktu cukup lama dengan muntah yang tak bisa Slent tahan saat itu. Untungnya setelah cukup lama Slent muntah, dan terduduk disana karena lemas, dan pusing yang Slent alami, Slent akhirnya bisa berdiri dan tak mual lagi saat itu, dan saat Slent merasa lebih baik, dan meras bisa menahan mual yang Slent rasakan Slent langsung saja masuk ke hotel, dan bertujuan untuk langsung masuk ke kamarnya saat itu untuk beristirahat, agar dirinya bisa lebih baik saat nanti terbangun dari tidurnya karena sudah beristirahat. Tapi tetap saja saat Slent mulai masuk ke dalam hotel di lobi Slent sampai harus berjalan dengan kembali berpegangan ke sebuah tembok yang ada disana saat itu, karena Slent saat itu kembali merasa sangat pusing, dan lemas sampai akhirnya seseorang yang memegang Slent saat itu membantu Slent yang kembali dengan dirinya yang sangat lemas, dan berjalan dengan sempoyongan tak kuat dengan pusing yang Slent alami saat ini. Saat ada yang memegang tangan Slent untuk membantu Slent tetap berdiri Slent langsung saja melihat wajah orang yang membantunya tersebut, dan saat Slent melihatnya tentu saja orang yang melihat Slent bukan orang yang sama yang membantunya di kawasan golf saat itu. Sehingga saat Slent di bantu dengan di pegang tangannya untuk tetap bisa berdiri Slent tak mencoba menolak bantuan dari pegawai hotel tersebut. " Kau terlihat sangat sakit pak, ayo aku akan membantu masuk ke kamar mu kan pak?"ujar pegawai hotel tersebut dengan langsung saja bertanya dimana kamar Slent, dengan sambil perlahan membawa Slent berjalan saat itu. Tentu saja Slent menjawab pertanyaan pegawai hotel tersebut, sehingga tanpa berpikir apa lagi bingung pegawai hotel tersebut langsung saja membawa Slent ke kamarnya. Tak butuh waktu lama Slent bisa diantarkan ke ruangannya saat itu, dengan Slent yang langsung saja masuk ke dalam kamarnya saat itu, tapi tentu saja Slent tak lupa berterima kasih kepada pegawai hotel tersebut, meskipun sebenarnya Slent adalah seorang penjahat keji Slent tentu saja masih memiliki pikiran untuk menghargai usaha orang lain apa lagi orang tersebut membantu Slent saat itu, dengan sambil berterima kasih dan masuk ke kamarnya Slent juga sempat memberikan tip kepada pegawai hotel yang membantunya tersebut. Dan setelah Slent bisa masuk ke kamarnya Slent langsung saja membaringkan dirinya di kasur untuk langsung beristirahat malam itu, tali sayang istirahat Slent harus terganggu karena Slent malah kembali merasakan mual yang luar biasa saat itu sehingga tentu saja Slent langsung pergi ke toilet dengan cepat, dan karena tak bisa menahan mualnya, Slent langsung saja muntah kembali saat itu. Dengan perasaan yang berbeda Slent merasakan hal yang luar biasa membuatnya terdiam saat ini, entah kenapa Slent merasakan dingin yang luar biasa saat ini sampai membuat tubuhnya menggigil, padahal cuaca sedang bagus saat ini, tapi mungkin karena Slent yang saat itu sedang sakit, Slent menjadi merasakan hal yang sangat aneh saat itu. Sampai Slent memutuskan untuk langsung saja pergi ke balkon ruangannya saat itu. Diluar terlihat panas sehingga Slent langsung saja pergi ke balkon kamarnya untuk menghangatkan dirinya saat itu karena di balkon kamarnya itu terlihat jika matahari sangat menyoroti kawasan itu sampai tentu saja Slent berpikir jika disana Slent akan bisa menghangatkan dirinya saat itu. Kembali dengan Slent yang saat itu masih saja lemas, dan mual perlahan Slent berjalan untuk bisa berdiam diri, dan menghangatkan dirinya saat itu. Dan ketika Slent bisa sampai di balkon kamarnya itu, Slent langsung saja duduk di sebuah kursi yang ada di sana, dengan berdiam diri di bagian yang tersorot oleh cahaya matahari, karena Slent berniat untuk menghangatkan badannya saat itu yang luar biasa merasa sangat kedinginan, sampai tentu saja entah mungkin yang di lakukan Slent tepar untuk menghangatkan badannya dengan sinar matahari langsung sampai saat ini Slent begitu menikmati Slent yang sedang menghangatkan badannya dengan sinar matahari langsung. Sampai tak terkira jika Slent bisa sampai tertidur saat itu, karena begitu nyamannya keadaan Slent sekarang. Beberapa saat Slent berdiam diri, Slent akhirnya terbangun dari tidurnya yang begitu nyaman sambil menghangatkan badannya saat itu. Sampai saat itu Slent langsung saja berdiri dan merasakan badan Slent yang tiba-tiba bisa dengan sangat nyamannya Slent gerakan kembali, seperti semua sakit yang Slent rasakan hilang, langsung sembuh saat itu juga. " Wow sepertinya dingin yang aku dapatkan pagi tadi yang membuatkan sakit sampai bisa terlihat parah seperti barusan, tapi syukurlah sekarang aku sepertinya sudah bisa sembuh, aku pikir aku tak akan merasakan kembali apa yang aku rasakan sebelumnya setelah ini,"ujar Slent dengan tersenyum berkata seperti itu dalam hatinya karena begitu merasakan peningkatan kesehatan yang luar biasa setelah beristirahat barusan. Lalu setelah itu tentu Slent merasakan ketenangan yang biasanya Slent dapatkan di baklon rumahnya, meskipun saat itu cuaca panas, tapi di sana terasa sangat sejuk dengan angin yang bebas masuk ke dalam tubuh Slent yang membuat Slent tentu saja sangat segar, dan nyaman sampai saat itu Slent mendekat ke pagar, menyandarkan tangannya disana sambil melihat ke sekitar kawasan yang terlihat di kawasan hotel. " Ini adalah sebuah kota tapi masih di penuhi dengan pohon, yang tentu saja memberikan udara segar disini, seperti yang selalu aku rasakan saat bersantai disini,"ujar Slent dalam hatinya saat itu dengan sambil melihat ke arah bawah ke salah satu tempat yang masih di penuhi oleh pepohonan saat itu. Tapi pemandangan yang berbeda terlihat saat itu dimana Slent melihat jika ada seseorang wanita yang mengenakan jaket tapi terlihat tak menggunakan celana, hanya jaket saja sampai kaki, ke bagian pahanya pun bisa terlihat. " Apa itu bagian dari pekerja di club malam yang berada di dekat sini?( Slent berpikir seperti itu karena dia begitu seksi, sampai berani tak mengenakan celana saat itu ) tapi kenapa jika memang dia bagian dari pekerja wanita club tersebut di hari yang masih siang seperti ini dia keluar bahkan dengan pakaian yang sangat minim? apa dia baik-baik saja?"ujar Slent dalam hatinya seperti itu dengan terus saja melihat ke arah wanita tersebut. Sampai tiba-tiba dengan cepat wanita tersebut langsung saja di hampiri oleh 4 orang pria dan langsung saja di bawa ke pinggir gang saat itu sehingga mereka semua langsung saja menyeret wanita tersebut ke tembok di gang tersebut, dengan kasarnya mereka langsung saja melecehkan wanita tersebut. " Apa mereka sudah gila, di siang hari seperti ini mereka dengan sangat biasa saja melakukan kejahatan? Ah sudahlah itu bukan masalah ku, lebih baik aku tak ikut campur dalam masalah ini,"ujar Slent dalam hatinya bicara seperti itu dan langsung saja berbalik untuk masuk saja ke kamar ya saat itu, tak mempedulikan apa yang terjadi kepada wanita itu. Tapi saat Slent berbalik tiba-tiba dengan sangat jelas, Slent mendengar jika ada suara seorang wanita berteriak dengan jelas, dan keras meminta tolong, dan yang membuat kaget adalah suara berteriak tersebut memanggil nama Slent. Tentu saja Slent yang saat itu sudah berbalik ingin mengacuhkan wanita tersebut langsung saja berhenti bergerak, dan berpikir. " Dengan jelas wanita itu memanggil nama ku, apa aku tak salah mendengarnya?"ujar Slent dalam hatinya bicara seperti itu sambil langsung saja kembali melihat ke tempat kejadian pelecehan wanita tersebut, dan begitu kaget nya Slent karena dengan jelas wanita tersebut melambaikan tangannya kepada Slent sambil di lecehkan oleh 4 pria tersebut. " Apa wanita itu teman kencan Artner? kemarin tentu mereka berbincang, dan Artner memberitahu nama ku kepada wanita itu? ya sepertinya apa yang aku pikirkan bisa saja benar, aku pikir aku lebih baik langsung saja menolong wanita itu sekarang,"ujar Slent dalam hatinya seperti itu, dengan tenang Slent langsung saja berniat untuk menolong wanita tersebut. Sampai dengan sangat tak terasa Slent tiba-tiba sudah sampai di bagian bawah dimana Slent melihat jika wanita tersebut sedang di lecehkan oleh beberapa pria, Slent tak terlalu mementingkan dirinya yang bisa begitu cepat turun ke bawah untuk membantu wanita itu, tapi ternyata setelah sampai di gang dimana Slent melihat wanita tersebut di lecehkan Slent malah tak bisa langsung menemukan wanita itu bahkan Slent harus berlari ke beberapa gang saat itu untuk mencari dimana wanita tersebut berada. Sampai saat itu Slent melihat di sebuah pinggir gang tersebut tergeletak sesuatu seperti sebuah jaket, sehingga tentu saja Slent langsung menghampiri sesuatu tersebut dan ternyata memang benar jika apa yang Slent lihat itu adalah sebuah jaket. Tapi penampakan jaket tersebut membuat Slent sangat terkejut karena ternyata jaket tersebut adalah jaket yang di miliki Slent yang kemarin malam Slent berikan kepada wanita yang menjadi korban pelecehan 4 pria. " Ini jaket ku yang kemarin aku berikan pada wanita itu? tapi kenapa bisa ada disini, apa mungkin?"ujar Slent dalam hatinya bertanya, bingung. Sampai saat itu tiba-tiba Slent di kejutkan oleh bayangan sesuatu yang tentu saja membuat Slent melihat ke arah bayangan tersebut, dengan sangat terkejut Slent melihat ke arah atas dimana bayangan tersebut bergerak tadi. Sampai saat itu Slent tak bisa melihat barang, atau mungkin hewan apa yang menimbulkan bayangan tersebut sehingga Slent malah melihat seseorang yang berdiam diri di sebuah balkon kamar yang ada di atas, seperti sebuah balkon hotel sedang melakukan apa yang Slent lakukan seperti biasanya saat Slent ingin mendapatkan ketenangan sehingga berdiam diri di balkon kamarnya. Sampai ketika itu Slent berpikir, dan mencoba dengan jelas melihat sebenarnya siapa orang yang sedang ada di balkon kamar tersebut, kenapa posisinya begitu sama dengan Slent yang saat itu memang suka berada di balkon kamar untuk bisa mendapatkan ketenangan di sana. " Saat aku suka berdiam di balkon hotel aku tak pernah melihat ada orang lain yang memiliki kegiatan yang sama dengan Slent di sebuah balkon kamar hotel, tapi kenapa sekarang aku melihat, ada orang yang memiliki kegiatan yang sama dengan ku? apa ini hanya sebuah kebetulan?"ujar Slent dalam hatinya kembali bicara seperti itu, dengan sangat keras memikirkan hal itu karena tentu saja apa yang Slent lihat sekarang sangat membuat Slent bingung. Sampai saat itu Slent di buat bingung, dan kaget kembali karena Slent melihat dengan sangat jelas pakaian yang di pakainya sangat mirip dengan yang di kenakan oleh Slent saat ini. Dengan sangat kaget, dan bingung Slent hanya bisa berdiam diri melihat tajam ke arah pria yang ada di balkon hotel yang sangat mirip dengan Slent tersebut sampai akhirnya saat Slent terus saja memandang tajam ke arah pria tersebut Slent melihat jika pria tersebut tersenyum kecut kepada Slent, dan langsung saja berbalik, dan terlihat jika saat pria itu berbalik ada seorang wanita yang dengan pakaian serba putihnya, bahkan wanita itu terlihat seperti bercahaya atau mungkin hanya pikiran Slent saja yang memikirkan wanita itu bercahaya, karena dirinya yang memakai pakaian serba putih, dan tersorot cahaya matahari yang akhirnya membuat wanita itu terlihat seperti bercahaya. Saat Slent terus saja melihat ke arah wanita tersebut Slent melihat dengan cepatnya, tiba-tiba wanita, dan pria tersebut berciuman dengan mesranya di sana saat itu. " Sialan lebih baik aku pergi saja, karena jujur apa yang aku alami, dan lihat sekarang sangatlah tak masuk akal, aku lebih baik fokus ke tujuan awal ku mencari saja wanita yang menjadi korban pelecehan pria tadi, dengan begitu aku bisa tahu bagaimana dia bisa tahu namaku, dan dengan aneh aku bisa menemukan jaket ku yang sudah jelas kemarin aku memberikannya kepada wanita yang menjadi pelecehan 4 orang pria di suatu gang,"ujar Slent bicara dalam hatinya kembali seperti itu dengan langsung saja berniat pergi. Dan akhirnya Slent langsung saja berbalik, dengan kembali di buat kaget karena saat itu sebuah bayangan hitam besar seperti akan menyambar Slent, yang tentu saja membuat Slent kaget dan kembali langsung melihat ke arah bayangan tersebut. Dan dengan jelasnya saat itu Slent melihat jika sebuah bayangan yang Slent lihat tadi berasal dari seorang wanita yang entah siapa, dan entah dari maka wanita ini datang dengan sangat cepatnya sekarang wanita ini ada tepat di hadapan Slent. Tapi anehnya meskipun tepat ada di hadapan Slent, Slent tak bisa dengan jelas melihat wajah dari wanita ini yang dengan tiba-tiba langsung saja mencium bibir Slent saat itu, anehnya dengan biasa saja Slent tak bisa menggerakan tubuhnya, dan hanya bisa terdiam menerima ciuman dari wanita tersebut, sampai tak lama wanita tersebut langsung saja bicara. " Teruskan lah dengarkan kata hatimu, ujian dalam. hidup mu yang sebenarnya akan segera kau hadapi. Terima kasih, terus lah berjuang untuk menjadi orang baik, dan menghentikan aktifitas mu yang menyimpang. Aku menunggu mu, jika kau tak salah langkah kita akan bertemu kembali di keadaan yang berbeda, dan lebih baik dari sekarang tentunya,"ujar wanita tersebut setelah barusan mencium bibir, Slent dan dengan sangat cepat langsung saja menghilang entah kemana. Sampai tiba-tiba. " Tuan ada orang di dalam? kau baik-baik saja? tolong jawab kami, jika kau tak menjawab nya kami akan mendobrak pintu ini, dan langsung masuk ke dalam agar bisa melihat kondisi mu pak,"ujar seseorang dari luar sana dengan sedikit berteriak bicara seperti itu, setelah beberapa kali mengetuk pintu. Dengan langsung saja sadar Slent kaget karena dibangunkan dengan suara pegawai hotel yang bicara dengan nada lirih cemas saat itu mengetuk pintu kamar Slent, bahkan bicara akan mendobrak pintu kamar Slent saat ini. Sampai akhirnya Slent langsung saja berniat untuk berteriak menjawab perkataan mereka, tapi Slent tiba-tiba merasakan sakit di tenggorokannya yang membuat Slent tak bisa berbicara apa lagi berteriak untuk menjawab perkataan pegawai hotel tersebut saat itu. Sampai akhirnya Slent langsung saja berdiri dan berniat untuk langsung pergi membuka pintu kamarnya karena pegawai hotel sudah sampai bicara seperti itu, karena khawatir juga dengan pegawai hotel yang mendobrak pintu tersebut Slent dengan kondisinya yang sudah cukup baik, dan bisa dengan normal berjalan langsung saja menghampiri pintu. Sampai saat Slent sudah dekat dengan pintu dan ingin membuka pintanya pegawai hotel tersebut langsung saja kembali bicara. " Tuan maaf jika mengganggu mu, tapi kami khawatir dengan mu kami akan mendobrak pintu ini sekarang,"ujar pegawai hotel tersebut dengan langsung saja terdengar berlari, benar saja jika mereka mendobrak pintu kamar ini. Sampai saat itu Slent sudah sampai di pintu dengan cepat Slent langsung saja membuka pintu kamarnya, tapi apa daya mereka saat itu sudah berlari sehingga yang tadinya akan mendobrak pintu kamar Slent menjadi tak bisa karenaia Slent membuka pintu tersebut sehingga membuat pegawai hotel tersebut malah jadi tersungkur karena mereka sudah terlanjur berlari untuk mendobrak pintu kamar Slent saat itu. " Aw, aw. Tuan kau tak apa-apa? tapi kenapa kau tak menjawab pertanyaan kami,"dengan pegawai hotel tersebut yang jatuh tersungkur diantara mereka langsung saja bertanya seperti itu kepada Slent yang saat itu berdiri di hadapan mereka yang jatuh tersungkur. Sampai saat itu karena Slent masih mengalami gangguan tenggorokan Slent mengangkat tangannya mengisyaratkan agar pegawai hotel menunggu Slent bisa mengembalikan suaranya yang mengalami masalah untuk menjawab pertanyaannya saat itu. " Ehem, ehem aku tak apa-apa, aku hanya merasa lemas, dan pusing sehingga aku seperti tadi. Dan oh ya aku tak menjawab perkataan kalian karena kalian mengerti kan barusan aku mengalami masalah dengan tenggorokan dam suara ku, jadi aku tak bisa menjawab pertanyaan kalin. Ada hal lain lagi?"ujar Slent bicara seperti itu kepada pegawai hotel yang tadi jatuh tersungkur karena gagal mendobrak pintu kamar Slent, dan langsung saja bangkit saat Slent bertanya hal seperti itu. " O, oh ya tuan syukurlah jika kau baik-baik saja kami khawatir dengan keadaan mu karena saat kami melihat mu di lobi kau terlihat seperti sangat sakit, sampai tentu saja kita harus membantu mu untuk bisa ke kamar tuan. Kami sudah agak lama berada disini mengetuk pintu kamar mu, dan tak ada jawaban dari mu yang tentu saja membuat kami khawatir tuan, sampai kami memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mu, tapi untunglah kau sudah sadar, dan tak apa-apa jadi kami tak harus merusak pintu ini karena kami gagal mendobrak pintu ini tuan. Maaf kami jadi mengganggu mu, baiklah karena semuanya sudah jelas kau tak apa-apa, kami izin untuk meninggalkan tempat ini, sekali lagi maaf mengganggu mu pak,"ujar pegawai hotel tersebut bicara seperti itu kepada Slent, menceritakan kenapa mereka sampai berusaha untuk mendobrak pintu kamar Slent. Lalu bicara seperti itu. " Ya tadi aku memang sakit, jadi aku beristirahat, karena tak bisa beristirahat di kasur yang saat itu aku terus saja merasakan dingin, aku jadi beristirahat di balkon hotel karena aku lihat di balkon hotel tadi begitu terkena sinar matahari langsung yang tentu saja aku pikir akan hangat disana, sampai tentu saja aku beristirahat disana di bawah sinar matahari langsung, dan benar saja apa yang aku pikirkan, aku mendapatkan kenyamanan, dan kehangatan disana sampai aku dari tadi bisa beristirahat dengan nyaman disana. Ya baiklah tentu silahkan, tak apa-apa, kalian tak melakukan kesalahan,"ujar Slent menceritakan apa yang Slent alami tadi, sampai Slent tak bisa menjawab perkataan mereka. Lalu menjawab seperti itu. Lalu Slent langsung saja masuk ke dalam kamar saat itu, kembali berdiam diri di balkon kamar hotel saat itu. Slent merasa masih mengalami gangguan saat ini begitu pun dengan gangguan tenggorokan yang Slent alami tadi, sampai Slent bisa kembali dalam kondisi yang lebih baik sekarang, ya meskipun pusing, dan lemas yang Slent alami masih sedikit Slent rasakan saat ini, tapi Slent sudah lebih baik sekarang sehingga Slent hanya perlu sedikit beristirahat lagi agar bisa lebih baik lagi saat itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN