"Selina!" panggil Reagan dari dalam mobil, tetapi wanita itu pura-pura tidak mendengarnya. Reagan tampak lega melihat kondisi istrinya yang baik-baik saja. Ia kembali memanggil wanita itu, tetapi kembali diabaikan olehnya. Pria itu menghela napas kasar, lalu segera turun dari mobilnya. Berjalan cepat menyusul istrinya. Meraih lengan wanita itu agar berhenti melangkah. "Selina Anderson, apa kamu tidak mendengar kalau aku memanggilmu?" Selina memandangi wajah pria itu dengan angkuh. "Tuan Hernandez yang terhormat, sepertinya namaku tidak pantas mengotori mulutmu itu," cibirnya. "Untuk apa kamu memanggilku? Aku hanya seorang wanita yang dibuang ketika tidak diperlukan. Aku sama sekali tidak berharga dan tidak berarti di mata dan hatimu, bukan?" Rahang kokoh Reagan mengeras mendengar kalima

