"Reagan, kenapa jalannya cepat-cepat sih?" Selina memprotes suaminya yang tiba-tiba saja mengajaknya keluar dari departemen store dengan langkah terburu-buru. Ia kesulitan menyamai langkah besar pria itu. Reagan tidak menjawab pertanyaannya. Pria itu memperlambat langkahnya, lalu merangkul pundak istrinya dan berbisik, "Maaf, nanti aku ceritakan." "Memangnya ada apa sih?" tanya Selina, melirik ke arah raut wajah pria itu dengan curiga. Sejak mereka keluar dari toko pakaian dalam tersebut, sikap pria itu berubah menjadi lebih waspada. Selina hendak menoleh ke belakang, tetapi Reagan dengan cepat menarik wajah wanita itu kembali ke depan. "Diam dan menurutlah!" perintah Reagan singkat. Mereka berjalan menuju ke parkiran mobil di basement departemen store. Jantung Selina berdegup cepat.

