"Kebetulan yang sangat langka," cibir Reagan dingin. "Apa ada kebetulan seperti itu? Jangan bilang kalian tidak melakukan apa pun di belakangku tadi!" bentaknya dan membuat Selina syok dengan tuduhannya. Sepasang mata Reagan telah menyala-nyala. Ia mengeratkan cengkeramannya dan membuat Selina meringis kesakitan. "Apa sehina itu aku di matamu?" Hati Selina seperti tertancap sebilah belati saat mengutarakan pertanyaan itu. Pria itu tidak pernah mempercayainya dan tidak pernah mau mendengarkan penjelasannya. "Apa tidak pernah terlintas di pikiranmu kalau hatiku juga bisa terluka?" Kedua netra wanita itu telah berkaca-kaca. Ia berusaha membendung air matanya dengan seluruh pertahanannya. "Asal kamu tahu, semenjak aku memutuskan menikah denganmu, aku tidak pernah berpikir untuk mengkhianat

