Bab 54 - Mencintai Dalam Diam

1740 Kata

Sepeninggalan Alfonso, Reagan memandangi kedua batu marmer putih yang bertuliskan nama ayah dan ibunya di hadapannya selama beberapa detik. Tragedi masa lalu kembali berputar di dalam benaknya. Ia memejamkan kedua matanya dengan erat, lalu berlutut di depan makam mereka dan meletakkan buket bunga lily di makam ibunya. Kepalan tangannya semakin mengerat. Ia berusaha meredam kesedihan dan amarah yang bergemuruh di dalam dadanya. Pengakuan Alfonso tadi menyalakan api kebencian semakin membara. Ia merasa pria paruh baya itu terlalu banyak berdalih dalam penyesalannya. Rintikan air hujan semakin lama semakin banyak, tetapi pemuda itu tidak mempedulikannya. Ia masih berlutut di depan makam tersebut. Kedua mata Reagan memandangi bunga tulip kuning pemberian ayah mertuanya tadi. Terlintas sebua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN