Bab 100 - Peluru Nyasar

1867 Kata

Pintu lift berdenting. Reagan keluar dari lift dan melangkah keluar hotel. Beberapa orang telah menyapa dan membungkukkan tubuh mereka di depan pintu lobi hotel. Hans juga ikut menyambutnya. "Kamu tidak libur hari ini?" tanya Reagan ketika Hans membukakan pintu mobil untuknya. Menepuk pelan pundak kanan asistennya. Hans menggigit bibirnya, menahan sakit pada bahunya. Walaupun hanya luka gores dan telah diobati, tetapi timah panas itu membakar sedikit kulitnya. "Kamu kenapa? Luka?" Reagan mengernyitkan keningnya. Berpikir keras siapa yang telah melukai asisten hebatnya tersebut. "Hanya luka kecil, Bos. Tidak apa-apa," jawab Hans tersenyum tipis. Merasa senang dengan perhatian yang diberikan Reagan kepadanya. "Saya juga ingin melaporkan hal yang terjadi semalam." Salah satu sudut bibir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN