Kamini menghela nafasnya. “Semoga setelah melihat ini, Abang bisa berubah pikiran dan merestui Ami. Ami sayang kalian berdua, jadi tolong jangan suruh Ami memilih,” ujar Kamini lagi dengan tatapan memohon kepada Edgar. Kamini menyimpan laptop persis di depan Edgar ia memilih salah satu file dan kemudian membukanya di hadapan Edgar. Edgar menatap layar laptop yang menampakkan sebuah video dengan wajah Yolanda Suparjo. “Hai. Kamini adikku dan Mas Dirandra sayang. Mungkin saat kalian melihat video ini aku sudah pergi jauh dari hidup kalian. Jangan khawatir sampai kapanpun aku tidak akan pernah kembali lagi. Ami cantik maafkan aku yang terlalu pengecut untuk menampakkan diri di hadapanmu dosaku sudah terlalu banyak kepadamu karena benci dan dendam terlebih karena hasutan orang dan kesalahpa

