Sementara Dirandra dengan menggendong bayi tersebut, ia masuk dengan terburu-dudu duluan ke rumah dengan meninggalkan mereka berdua. Mereka tidak menyadari jika ada satu mobil yang sedari tadi terparkir tak jauh dari kediaman keluarga Ekadanta. Pengemudinya mengintai aktifitas penghuni rumah. “Kamu lebih baik di sini Nak. Hanya Dirandra yang bisa merawatmu dengan baik. Maaf.” Lalu mobil itu berlalu dari sana. Dirandra menutup pintu depan kemudian dengan menggendong bayi tersebut membawa ke arah orangtuanya yang sudah menunggu kedatangannya di ruang santai. “Nah ini dia datang,” ujar Tania begitu melihat kedatangan Dirandra. “Udah larut malam. Kok, Ayah sama Bunda belum tidur?” tanya Dirandra. Kemudian ia mendekati kedua orangtuanya. Dirandra mendudukkan dirinya di sofa tunggal yang be

