Chapter 33

1135 Kata

“Nanti bobo sama Ami ya, Bah. Tengok anak Ami juga di Rumah Sakit.” rayu Kamini manja dengan raut wajah cemberut. “Ye … kumaha atuh ieu teh neng geulis? Masa masih kelon sama Abah. Udah jadi ambu juga. Abah kelon sama si kecil baru boleh,” tutur Sudarwanto, sembari mengusap lengan atas putrinya dengan sayang dan tersenyum lembut. “Ahh ... Abah ih, gitu! Ami teh, seorang Ambu kekinian getho loh!” ucap Ami seraya menghentakkan kakinya dan menggeleng- gelengkan kepalanya seperti anak kecil yang tidak dituruti maunya. “Pan udah lama teh Ami nggak bobo sambil dielus-elus punggungna ama abah. Mau ya Bah, ya, ya, ya.” Kamini kembali membujuk seraya menarik turunkan kedua alisnya berulang-ulang. Ia tidak sadar saja ketujuh pasang mata yang memperhatikannya telah diliputi rasa gugup dan tidak p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN