Edgar menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kamini bersama dengan Irwan. Ia teringat dengan dirinya yang sering menggoda adiknya Edna dulu. Kali ini akan bertambah satu lagi kurban kegabutannya. Ponsel Edgar bergetar nama Pak Yanto muncul di layarnya. Edgar menekan tombol handfree. “Halo, bagaimana perkembangannya?” tanya Edgar tanpa basa basi kepada salah seorang anak buahnya itu. “Masih dalam pantauan bos, ikan besar akan segera masuk jala.” “Bagus. Jika sudah Final segera eksekusi dan ingat jangan sampai publik tahu jika Bunga Lily sudah kembali.” “Siap, Bos.” Panggilan berakhir. Edgar tersenyum miring, akhirnya penantian keluarga Berto segera berakhir. Tunggu ajalmu Surya Deoni. Kamu cari mati berurusan dengan keluarga Berto. Mungkin papi masih bisa lunak karena tidak bisa me

