Faishal terus mengulas senyum sepanjang perjalanan pulang dari mengantar Ay ke rumahnya. Hatinya amat sangat bahagia mendengar langsung dari Ay, bahwa ia sudah cerai dari Marcell. Ugh, rasanya ingin berteriak bahagia dan melompat-lompat kegirangan. Usai makan malam, ia memegang tangan ibunya sambil tersenyum penuh arti. Sang ibu tentu saja mengernyit keheranan menatap putra sulungnya yang bersikap tidak seperti biasanya. "Mi," ucapnya dengan perasaan berbunga-bunga. "Insya Allah, nggak lama lagi Ummi punya menantu." Kening ibunya semakin berkerut-kerut, apa sih maksud anak bujangnya itu? "Kamu ngomong apa, Fai? Kamu sudah punya calon? Kapan kita silaturahmi ke sana?" "Ummi sabar dulu. Masih tiga bulan lagi." Faishal menjawab dengan senyum makin lebar. "Kenapa lama sekali? Nggak baik

