Faishal dipersilakan duduk di ruang tamu. Pria itu datang sendirian membawa satu kantong plastik sesuatu. “Orang tua kamu di mana?” tanya Faishal dengan ekspresi canggung. “Ada di dalam. Apa perlu aku panggilin?” Ay menggaruk pelipisnya. Ngapain Faishal mau ketemu orang tua segala? Bukan mau bahas novel? “Mmm, iya, sebaiknya gitu.” Faishal tampak sangat salah tingkah. “Baik, kalo gitu, tunggu bentar, ya.” Ay bangkit dari duduknya, hendak memanggil orang tuanya di dapur. “Mmm, tunggu,” seru Faishal, membuat Ay menghentikan langkah. Faishal menyerahkan kantong plastik yang dibawanya. Ay menerima dengan bingung. “Ini oleh-oleh dari tanah suci, mudah-mudahan orang tua kamu suka.” Faishal melanjutkan sambil tersenyum. “Oh, jadi repot-repot Bapak bawain oleh-oleh. Aku… ke dalam dulu,” tu

