23

1192 Kata

Setelah jam kerja berakhir, aku menaiki taksi menuju komplek rumah Mas Arya yang merupakan rumahku dulu. Kuhentukan taksi dan menyuruhnya menunggu, lalu menelpon Mas Arya dan memintanya menurunkan perhiasanku. "Kamu ambil sendiri aja, aku lagi sakit, pusing," ucapnya. "Aku udah bilang, aku enggan ketemu Bella," jawabku. "Bella gak ada, aku sendirian di rumah." "Apa mungkin setelah pernikahan kalian wanita itu tidak tinggal di rumah?" "Dia memang tinggal di rumah dan sedang keluar bersama Mama," jawab Mas Arya dengan datar. "Oh ya ...." Nada bicaraku tercekat karena tadinya ingin menanyakan dimana wanita itu tidur, apakah dia tidur juga di ranjang yang sama dengan panjang yang pernah kami pakai atau di tempat lain? Tapi, satu saja aku sudah tahu jawabannya. "Aku akan masuk ke dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN