51

1265 Kata

Anakku tumbuh menjadi bocah laki laki yang tampan dan menggemaskan, dia sangat lincah dan selalu mengundang gelak tawa di dalam rumah. Mas Roni dan aku amat menyayanginya, sepanjang waktu kami curahkan kasih sayang untuk dia sehingga anakku tak pernah merasa bahwa Roni Mas Roni bukan ayah kandungnya. Kuberi dia nama Bilal, hidungnya mancung mirip mantan suamiku, tapi gesturnya amat mirip dengan pria yang sudah mengasuhnya sedari lahir. Gayanya dan cara menyampaikan perasaan mereka nyaris sama manisnya. Sore ini kusaksikan mereka saling berkejaran di halaman belakang dengan penuh canda dan tawa sembari bermain lempar bola kemudian gelak tawa Bilal dan Mas Roni mengudara, hingga tak lama kemudian pengasuh datang dan membawa Bilal untuk mandi. Suamiku tersenyum dan mendekat ke meja tampat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN