Tekad

2002 Kata

Fika tidak terlalu terkejut dengan keadaannya saat bangun. Wanita itu sudah terbiasa dengan kekacauan yang diperbuatnya saat mabuk. Maklum, bagi Fika, alkohol adalah obat terbaik. Ia hanya perlu merasakan pusing lalu tidur sepulas bayi. Kebiasaannya itu sudah mendarah daging hingga ia lupa bagaimana tidur dengan normal. Tunggu, kenapa aku ada di sini? batin Fika urung mengambil rokok dari atas nakas. Ia seketika linglung, tidak menemukan ingatan apapun. Selain pakaiannya yang kacau dan terbuka, tidur di ruang istirahat bar adalah hal paling mengejutkan. "Sial, apa terjadi sesuatu?" gumamnya buru-buru menyulut rokok. Ia berharap asap nikotin membantunya untuk lebih tenang. Setelah menghabiskan setengah batang rokok, Fika berinisiatif untuk turun. Ia harus memeriksa mobilnya dulu sebel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN