Tidak tahu diri

1588 Kata

Arga pulang dengan wajah mendung. Ia sengaja tidak menyapa Kiara dan memilih meletakkan buburnya ke atas meja makan. Gadis itu sampai heran karena dianggap seperti tidak ada. Bahkan Arga tidak menjawab saat ia menawari minuman. Seperti seorang yang tidak punya kepedulian. "Kamu kenapa?" tanya Kiara berdiri di ambang pintu. Sedang Arga merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur, menutupi wajah dengan bantal. Sungguh, ia tidak mau bicara dan hanya ingin sendirian sekarang. "Aku sedikit tidak enak badan, jangan hiraukan aku. Sana, makan buburnya saja dulu," kata Arga pelan. Walaupun mereka belum lama tinggal bersama, tapi ia yakin Arga tengah berpura-pura. Jelas pria itu hanya ingin mengusirnya. Tapi Kiara sama sekali tidak sakit hati, ia yakin Arga sedang butuh waktu sendiri. "Baiklah, is

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN