Bukannya aku tidak pernah cemburu. Namun semua rasa cemburu yang kumiliki, tersimpan di dalam doa. Ada yang aneh pagi ini. Setelah kemarin bertemu dengan dua bocah kecil yang menyebalkan, kini Ucca meras aneh dengan gelagat dari Ami. Perempuan itu tak kunjung merespon panggilannya dari parkiran kampus. Dia terus saja melangkah pergi padahal Ucca yakin Ami mendengar panggilannya. Ingin rasanya Ucca menebak semua sikap tidak peduli dari Ami, namun Ucca sendiri ragu. Apa Ami berubah menghiraukannya karena masalah kemarin dengan s**u. Atau ada hal yang lain? Memang Ucca akui kemarin dia terlalu berlebihan. Memeluk s**u ketika perempuan itu menangis. Padahal tidak seharusnya dia begitu. Cukup tenangi saja dengan tindakan seorang sahabat. Bukan dengan tindakan sahabat rasa cemceman. Apalagi

