Perempuan itu tercipta bukan untuk disakiti. Karena tanpa laki-laki ketahui, perempuan sudah dibuat sakit setiap bulannya. Langkah kaki Kara terhenti ketika dia baru saja keluar dari restaurant hotel tempatnya bertemu dengan mantan suami Ami. Kaca mata yang bertengger manis di hidung mancungnya, dia turunkan. Memandang dengan jelas atas apa yang dia lihat sekarang ini. Tak jauh dari tempatnya, tepat tadi Kara meninggalkan Ucca, anaknya itu malah asik-asik memadu kasih. Tertawa bahagia bersama sang kekasih. Boro-boro Ucca tahu bagaimana perjuangan Kara tadi. Membuat seolah-olah dia begitu peduli dengan Ami. Padahal tidak!!! Hanya demi Ucca dia rela berurusan oleh pejabat yang haus akan kekayaan. "Dasar anak nggak tahu diri. Ditolong malah menggonggong!!!" Seru Kara kesal. Namun tak uru

