Bab 27

1361 Kata

Berhati-hatilah dalam berbicara. Karena kata yang terucap hanya bisa dimaafkan namun sulit untuk dilupakan. Ucca berdiri di depan sebuah cermin besar sambil menggaruk-garuk kepalanya. Otaknya pusing ditambah perempuan yang dia cintai kini sedang mengeluarkan taring. Entah berawal dari mana kesalahan yang Ucca buat hingga Ami berubah bagai singa buas yang terus saja mengaum kencang di depan Ucca tadi. "Perasaan kata-kata gue biasa aja," gumam Ucca bermonolog. Tubuhnya masih bertolak pinggang, menatap pantulan dirinya yang katanya Ucca sudah ganteng luar biasa. "Ah, lagi PMS kali dia. Gue salah mulu perasaan," gumam Ucca kembali. Saat dia kembali ke dalam kamar, di sana sudah ada Mama Ora serta adik-adik krucilnya yang sudah memberantaki kasur Ucca. Para monster popok itu dengan seenakn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN