Dua Puluh Enam

5050 Kata

Christian menatap makanan yang disodorkan padanya. Roti tawar yang masih baru dan hangat. Christian menatap laki-laki tampan yang menyodorkan makanan itu padanya dan menoleh kearah lain, sama sekali tidak berminat pada roti itu. “Kau harus makan sesuatu. Aku tak ingin kau mati sebelum aku mendapat informasi darimu. Kau masih belum mau bicara juga?” katanya tersenyum licin ketika Christian tampak tidak memedulikannya. “Aku cuma ingin kau membawaku masuk ke rumah Jeremy, apa itu sebegitu susahnya buatmu? Ada yang ingin kubicarakan dengannya.” Kau pikir aku percaya, Christian menanggapi dalam hati. “Aku menghabiskan waktuku cuma untuk bicara sama orang bisu,” gumamnya jengkel. “Baiklah. Aku akan pakai kekerasan saat ini,” dia berdiri, menarik pedang yang tergantung di pinggangnya dan menyo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN